Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
Awal yang Baru
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016, Dibaca: 755 kali

Nabi Yesaya diutus Allah memberitakan penghiburan bagi bangsa Israel yang pada masa itu sedang dalam masa pembuangan. 150 tahun bangsa Israel menjalani masa sulit selama pembuangan di Babel namun Allah menjanjikan pelepasan dan awal yang baru bagi mereka. Yesaya 43 berisi firman Tuhan kepada Israel yang menyatakan penyertaanNya, kemahakuasaanNya, dan rancangan mulia bagi mereka. Janji Allah melalui nabi Yesaya ini merupakan pemulihan anugerah Allah bagi Israel. Di masa lampau, bangsa Israel memang melakukan banyak dosa di hadapan Allah. Saat mereka ditebus dari Mesir, dibawa melewati padang gurun untuk masuk ke Tanah Perjanjian, mereka malah menunjukkan sikap yang mengecewakan Allah. Mengapa Allah mau memulihkan Israel padahal mereka telah melupakanNya? Karena Allah tahu keterbatasan umatNya dalam menaati perintah-perintahNya. Allah telah mengenal kebebalan umatNya, untuk itu Allah mengajar bangsa Israel dengan kasih dan Ia tidak meninggalkan mereka. Selama masa pembuangan, bangsa Israel belajar melihat kasih Allah yang tidak berubah bagi mereka. Pemulihan dari Allah dinyatakan karena kasihNya yang tidak terbatas bagi umatNya. Saat Allah melihat umatNya jatuh kedalam dosa, ia meneteskan air mata kasih dan mengajar anak-anakNya agar kembali padaNya.

Allah menegaskan bahwa Dialah satu-satunya Penebus yang telah memanggil bangsa Israel, umat kepunyaanNya (ay. 1) dan Ia pun mempunyai kuasa yang sanggup melindungi bangsa Israel dari setiap masalah (ay 2-3). Allah mau supaya bangsa Israel tidak putus asa karena mereka memiliki Juruselamat yang tidak ada bandingnya. Dalam masa-masa pembuangan, Allah mengingatkan bangsa Israel betapa berharganya dan mulianya mereka di mata Tuhan (ay 4-5), sehingga Allah akan membebaskan mereka dari Babel. Melalui nabi Yesaya, Allah mengingatkan mereka untuk tidak lagi mengingat-ingat hal-hal yang telah lampau. Ayat 18-19 “firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara” menegaskan bahwa Ia adalah Allah yang setia, tidak berubah, dan tetap mengasihi bangsa Israel, sebab itu Israel tidak perlu menengok ke belakang, tetapi memandang ke masa depan yang Allah telah siapkan bagi mereka. Allah menyatakan bahwa Ia sanggup memberi kelepasan bagi Israel. Di masa lampau Allah sanggup membuat jalan di tengah laut, menenggelamkan kereta kuda dan tentara Mesir, kini Ia pun sanggup membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, bahkan jalan tersebut akan menjadi jalan permai bagi umatNya (ay 17,19). Semua itu Ia lakukan karena kasihNya tidak berubah bagaimanapun kondisi umatNya. Ia Allah yang bergerak ke depan menyatakan dan menggenapkan rencanaNya untuk umatNya.

  Seperti bangsa Israel, kita juga punya pengalaman masa lalu dan penyesalan, janji yang tidak ditepati, atau bahkan kegagalan dalam kehidupan kita. Berbagai pemikiran akibat kejatuhan, kegagalan dan kepahitan tersebut membuat kita bertanya, apakah Allah tetap mengasihiku? Apakah Allah tetap mau mengampuniku? Janji Tuhan bagi Israel adalah juga janji Tuhan bagi kita anak-anakNya. Kasih Tuhan tidak ditentukan oleh pelanggaran kita. Namun, apapun yang terjadi Allah mengundang kita untuk mengalami pemulihan, pengharapan, kekuatan dan kehidupan baru bersamaNya. Allah menjanjikan awal yang baru untuk umatNya yang bertobat dan menjanjikan pemulihan. Semua ini Allah lakukan agar umatNya menjadi saksi di tengah dunia. Seperti bangsa Israel yang dipilih Allah menjadi saksiNya, Allah juga mau memakai kita menjadi saksi untuk memberitakan kemahakuasaan Allah sampai ke seluruh bumi.

Pelayanan yang Allah anugerahkan bagi kita di tahun ini merupakan awal yang baru untuk melihat kuasa Allah bekerja dalam hidup kita. Pelayanan di tahun yang lalu menjadi evaluasi bagi kita untuk menjalani tahun ini dengan pikiran, hati, dan tindakan yang dibaharui Allah. Kesetiaan, kebaikan, kuasa dan kasih Allah, mamampukan kita untuk meninggalkan masa yang telah lampau dan memulai awal yang baru. Allah akan menguatkan kita (lebih lagi). Allah dapat mengubahkan dan memakai kita, biarpun perlahan, dengan lambat, penuh rasa sakit, untuk menjadi mulia dan menjadi saksiNya. Mari jalani tahun 2016 ini dengan hanya berfokus kepada Allah, harapan baru, iman yang semakin bertumbuh dan sukacita karena Allah menuntun setiap hari.

 

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” [Filipi 3:13-14]

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 38
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 43
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 90
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 245
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
DATANGLAH KERAJAAN-MU (Zakaria...
oleh Perkantas SulSel: 02-02-2015
Yosua 5:13-6:27 “Secrets of th...
oleh Melinda Pulung: 31-10-2014
Lihat Semua Artikel >>


492401

Saat ini ada 39 tamu dan 0 online user