Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
DOSEN: Peran Strategis untuk Membangun Bangsa
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015, Dibaca: 1067 kali

 

DOSEN: Peran Strategis untuk Membangun Bangsa
 “if you win the whole world and lose the mind of the world, you will soon discover you have not won the world indeed it may turn out that you have actually lost the world …. Responsible Christians have two tasks – that of saving the soul and that of saving the mind.”
Pidato berjudul “The Two Tasks” dari Charles Habib Malik seorang doktor metafisika dan duta Libanon untuk PBB dan dewan secuity pada acara penghargaan untuk Billy Graham Centre tahun 1980 membukakan banyak hal tentang kehidupan dunia kampus yang sudah tidak membawa nilai2 keTuhanan dalam kehidupan mereka dan bagaimana seharusnya  peran kekristenan untuk dapat menolong mahasiswa di kampus. Beliau berkata : “If evangelization is the most important task, the task that comes immediately after it--not in the tenth place, nor even the third place, but in the second place-is not politics, nor economics, nor the quest of comfort and security and ease, but to find out exactly what is happening to the mind and the spirit in the schools and universities. There is a total divorce between mind and spirit in the schools and universities, between the perfection of thought and the perfection of soul and character, between intellectual sophistication and the spiritual worth of the individual human person, between reason and faith, between the pride of knowledge and the contrition of heart consequent upon being a mere creature, and once he realizes that Jesus Christ will find Himself less at home on the campuses of the great universities, in Europe and America, than almost anywhere else…All the preaching in the world, and all the loving care of even the best parents between whom there are no problems whatever, will amount to little, if not to nothing, so long as what the children are exposed to day in and day out for fifteen to twenty years in the school and university virtually cancels out, morally and spiritually, what they hear and see and learn at home and in the church”.  (https://youthnow.org/index.php?option=com_content&view=article&id=207:the-two-tasks&catid=43&Itemid=58)
Kondisi yang dikemukakan Habib Malik mungkin tidak cuma terjadi pada kampus di belahan benua Amerika dan Eropa, melainkan juga telah hidup dalam kampus2 yang ada di Indonesia kampus dimana kita ada sekarang. Nah pertanyaannya sekarang bagi kita orang Kristen, apa yang sudah kita buat untuk kampus dimana kita ada untuk berkuliah atau bekerja?? akankah kita tinggal diam dan membiarkan kampus makin dipenuhi dengan sekularitas dan kondisi yang merosot seperti itu?
Bicara tentang pendidikan tidak lepas dari subyek yang ada di dunia pendidikan tersebut yaitu pendidik. Seorang pendidik dalam hal ini seorang guru atau dosen dipanggil untuk mengemban tugasnya yang termaktub dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam ketiga dharma itulah seorang dosen mesti memperlihatkan profesionalitas dan kompetensinya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa terutama untuk memanusiakan manusia (baca: mahasiswa) changing life to win mind, soul and skill yang pada gilirannya nanti akan akan menjadi pemimpin di masa depan. Jadi bisa dikatakan, kehidupan dosen bersamanya mahasiswanya di kampus dalam 3 sampai 5 tahun masa kuliah akan menjadi masa dimana dosen akan banyak menanamkan dan mempengaruhi nilai intelektualitas, spiritualitas, moral dan kepribadian mahasiswa yang didiknya, dan secara tidaklangsung akan mempengaruhi fondasi karakter dan iman dari seorang pemimpin di masa depan.
Dosen Kristen secara khusus pun dipanggil untuk mengerjakan amanat agung Allah  untuk ..menjadikan semua bangsa murid.. (Mat 28:19-20) dan menjadi garam dan terang (Mat 5:13-16) bagi kampus dimana mereka bekerja. Dalam mengerjakan tugas itu, seorang dosen musti punya kualitas dan kemampuan untuk memberi pengaruh dan konstribusi signifikan dalam banyak bidang termasuk pedagogis, keilmuan, hidup sosial dan masih banyak lagi dan yang lebih penting adalah memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Teladan hidup dari seorang Daniel dalam alkitab merupakan salah satu contoh yang tepat bagaimana seorang yang intelek tetap hidup berpusat kepada Tuhan. Dalam kisah Daniel kita melihat seorang sosok orang muda intelek yang tetap menjaga hidupnya kudus dan tidak menajiskan dirinya dengan segala kenikmatan yang ditawarkan (Dan 1:8), ia pun tetap taat walau resikonya besar tetap menjalankan ibadahnya walaupun gua singa telah menantinya (Dan 6), dan di tengah ancaman, penganiayaan, kesuksesan Daniel berketetapan hati untuk terus menjadikan Tuhan menjadi fokus hidupnya. Akhirnya ketaatan dan ketulusan Daniel berbuah manis, Daniel punya kompetensi dan kualitas yang tidak dimiliki orang lain (Dan 6:11-12), Daniel punya roh yang luar biasa (Dan 6:4), dan lewat kesaksian hidupnya ada banyak orang yang mengenal Allah Daniel dan memuliakan Tuhan lewat hidupnya Daniel.
Sebagai kesimpulan, seorang Kristen seorang dosen haruslah memiliki fokus hidup yang benar yaitu fokus hidup kepada Allah saja, memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan (HPDT yang berkualitas) walaupun di tengah rutinitas yang padat, memiliki sistem nilai yang benar terhadap karir, kesuksesan, uang dan pekerjaan, hidup menyaksikan Allah bagi sesama dan mahasiswa yang diajar. Selain itu kita dituntut untuk memiliki kompetensi agar dapat berpengaruh signifikan bagi kampus, menjadi dosen yang visioner, mengintegrasikan iman dengan ilmu yang kita miliki, memiliki manajemen diri yang baik, tidak pernah berhenti untuk terus belajar sehingga bisa expert dalam keilmuan, punya fellowship yang baik dengan orang lain. Sehingga kerinduan kita lewat kehadiran di kampus ada banyak orang yang bisa mengenal Tuhan kita dan kemuliaan hanya bagi Allah Bapa di Surga.
Fear of the Lord is the beginning of knowledge (Proverb 1:7) 
SAVE UNIVERSITY…. SAVE WORLD (Habib Malik, 1980)
  
 “if you win the whole world and lose the mind of the world, you will soon discover you have not won the world indeed it may turn out that you have actually lost the world …. Responsible Christians have two tasks – that of saving the soul and that of saving the mind.”
Pidato berjudul “The Two Tasks” dari Charles Habib Malik seorang doktor metafisika dan duta Libanon untuk PBB dan dewan secuity pada acara penghargaan untuk Billy Graham Centre tahun 1980 membukakan banyak hal tentang kehidupan dunia kampus yang sudah tidak membawa nilai2 keTuhanan dalam kehidupan mereka dan bagaimana seharusnya  peran kekristenan untuk dapat menolong mahasiswa di kampus. Beliau berkata : “If evangelization is the most important task, the task that comes immediately after it--not in the tenth place, nor even the third place, but in the second place-is not politics, nor economics, nor the quest of comfort and security and ease, but to find out exactly what is happening to the mind and the spirit in the schools and universities. There is a total divorce between mind and spirit in the schools and universities, between the perfection of thought and the perfection of soul and character, between intellectual sophistication and the spiritual worth of the individual human person, between reason and faith, between the pride of knowledge and the contrition of heart consequent upon being a mere creature, and once he realizes that Jesus Christ will find Himself less at home on the campuses of the great universities, in Europe and America, than almost anywhere else…All the preaching in the world, and all the loving care of even the best parents between whom there are no problems whatever, will amount to little, if not to nothing, so long as what the children are exposed to day in and day out for fifteen to twenty years in the school and university virtually cancels out, morally and spiritually, what they hear and see and learn at home and in the church”.  (https://youthnow.org/index.php?option=com_content&view=article&id=207:the-two-tasks&catid=43&Itemid=58)
Kondisi yang dikemukakan Habib Malik mungkin tidak cuma terjadi pada kampus di belahan benua Amerika dan Eropa, melainkan juga telah hidup dalam kampus2 yang ada di Indonesia kampus dimana kita ada sekarang. Nah pertanyaannya sekarang bagi kita orang Kristen, apa yang sudah kita buat untuk kampus dimana kita ada untuk berkuliah atau bekerja?? akankah kita tinggal diam dan membiarkan kampus makin dipenuhi dengan sekularitas dan kondisi yang merosot seperti itu?
Bicara tentang pendidikan tidak lepas dari subyek yang ada di dunia pendidikan tersebut yaitu pendidik. Seorang pendidik dalam hal ini seorang guru atau dosen dipanggil untuk mengemban tugasnya yang termaktub dalam tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam ketiga dharma itulah seorang dosen mesti memperlihatkan profesionalitas dan kompetensinya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa terutama untuk memanusiakan manusia (baca: mahasiswa) changing life to win mind, soul and skill yang pada gilirannya nanti akan akan menjadi pemimpin di masa depan. Jadi bisa dikatakan, kehidupan dosen bersamanya mahasiswanya di kampus dalam 3 sampai 5 tahun masa kuliah akan menjadi masa dimana dosen akan banyak menanamkan dan mempengaruhi nilai intelektualitas, spiritualitas, moral dan kepribadian mahasiswa yang didiknya, dan secara tidaklangsung akan mempengaruhi fondasi karakter dan iman dari seorang pemimpin di masa depan.
Dosen Kristen secara khusus pun dipanggil untuk mengerjakan amanat agung Allah  untuk ..menjadikan semua bangsa murid.. (Mat 28:19-20) dan menjadi garam dan terang (Mat 5:13-16) bagi kampus dimana mereka bekerja. Dalam mengerjakan tugas itu, seorang dosen musti punya kualitas dan kemampuan untuk memberi pengaruh dan konstribusi signifikan dalam banyak bidang termasuk pedagogis, keilmuan, hidup sosial dan masih banyak lagi dan yang lebih penting adalah memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Teladan hidup dari seorang Daniel dalam alkitab merupakan salah satu contoh yang tepat bagaimana seorang yang intelek tetap hidup berpusat kepada Tuhan. Dalam kisah Daniel kita melihat seorang sosok orang muda intelek yang tetap menjaga hidupnya kudus dan tidak menajiskan dirinya dengan segala kenikmatan yang ditawarkan (Dan 1:8), ia pun tetap taat walau resikonya besar tetap menjalankan ibadahnya walaupun gua singa telah menantinya (Dan 6), dan di tengah ancaman, penganiayaan, kesuksesan Daniel berketetapan hati untuk terus menjadikan Tuhan menjadi fokus hidupnya. Akhirnya ketaatan dan ketulusan Daniel berbuah manis, Daniel punya kompetensi dan kualitas yang tidak dimiliki orang lain (Dan 6:11-12), Daniel punya roh yang luar biasa (Dan 6:4), dan lewat kesaksian hidupnya ada banyak orang yang mengenal Allah Daniel dan memuliakan Tuhan lewat hidupnya Daniel.
Sebagai kesimpulan, seorang Kristen seorang dosen haruslah memiliki fokus hidup yang benar yaitu fokus hidup kepada Allah saja, memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan (HPDT yang berkualitas) walaupun di tengah rutinitas yang padat, memiliki sistem nilai yang benar terhadap karir, kesuksesan, uang dan pekerjaan, hidup menyaksikan Allah bagi sesama dan mahasiswa yang diajar. Selain itu kita dituntut untuk memiliki kompetensi agar dapat berpengaruh signifikan bagi kampus, menjadi dosen yang visioner, mengintegrasikan iman dengan ilmu yang kita miliki, memiliki manajemen diri yang baik, tidak pernah berhenti untuk terus belajar sehingga bisa expert dalam keilmuan, punya fellowship yang baik dengan orang lain. Sehingga kerinduan kita lewat kehadiran di kampus ada banyak orang yang bisa mengenal Tuhan kita dan kemuliaan hanya bagi Allah Bapa di Surga.
Fear of the Lord is the beginning of knowledge (Proverb 1:7) 
SAVE UNIVERSITY…. SAVE WORLD (Habib Malik, 1980)
  
HERMANA KASELLE, ST, M.Eng

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 38
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 43
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 90
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 245
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
DATANGLAH KERAJAAN-MU (Zakaria...
oleh Perkantas SulSel: 02-02-2015
Yosua 5:13-6:27 “Secrets of th...
oleh Melinda Pulung: 31-10-2014
Lihat Semua Artikel >>


492398

Saat ini ada 36 tamu dan 0 online user