Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
“Mengasihi Allah diatas segalanya”. It’s My Wish
oleh Henny Datu Lumuran SPd.K: 05-06-2014, Dibaca: 1517 kali

Ketika seseorang merayakan hari ulang tahunnya biasanya ada prosesi peniupan lilin. Sebelum lilin ditiup ada kegiatan “make a wish”. Saat make a wish yang ultah mengatakan permohonannya dalam doa kepada Tuhan. Kadang permohonan mereka menjadi rahasianya tetapi sering juga ada yang mengatakannya. Hal yang lazim didengar adalah semakin cinta Tuhan dan semakin dewasa dalam iman. Mungkin yang dimaksud seperti dalam lirik lagu berikut:

Kaulah segalanya di dalam hidupku

Kerajaan-Mu…..kebenaran-Mu itu bagianku

Kaulah yang kupandang selama hidupku

Mengasihi-Mu…. memuliakan-Mu Bapa dan Rajaku.

Mendengar permohonan seperti ini pastinya sangat membuat kita bersyukur, bahagia dan berharap orang-orang yang kita kasihi terus mengasihi Allah diatas segala-galanya.

Dalam Kejadian 22:1-19 dikisahkan tentang Abraham yang mengasihi Allah diatas segalanya. Kisahnya mungkin masih sangat jelas dalam ingatan: Ketika Allah meminta Ishak kepada Abraham sebagai korban persembahan, Abraham tidak menolak. Abraham justru menunjukkan sikap kesiapannya atas permohonan Allah itu. Sikap tersebut nampak dalam respon Abraham yang penuh semangat terhadap permohonan Allah yaitu pagi-pagi dia bangun dan menyiapkan segala keperluan untuk perjalanan menuju tempat yang Allah kehendaki dan dia juga menyiapkan perlengkapan untuk korban bakaran.  Setelah semuanya dipersiapkan, Abraham tidak ragu untuk mengajak anaknya  ke tempat yang telah Allah tentukan. Perjalanan selama kurang lebih tiga hari, tidak menjadi  waktu bagi Abraham untuk mengubah keputusan yang telah diambilnya. Kesungguhan hati Abraham terhadap permintaan Allah juga nampak ketika Abraham sudah melihat tempat yang Allah maksudkan. Abraham tidak ragu mengajak Ishak anak yang sangat dikasihinya itu menuju tempat tersebut, malahan ia memikulkan kayu untuk perlengkapan korban bakaran di atas bahu Ishak. Dalam perjalanan menuju tempat yang Allah telah tentukan, Ishak bertanya kepada Abraham tentang korban yang akan dipersembahkan.  Abraham menjawab tanpa keraguan atas pertanyaan anaknya tersebut, ia tidak kaget atau kemudian memikirkan ulang tindakan yang diambilnya itu. Malahan setelah sampai ditempat tersebut ia semakin menunjukkan kepatuhaannya terhadap Allah untuk mengorbankan Ishak. Hal tersebut dapat kita lihat dari sikap Abraham yang mendirikan mezbah, menyusun kayu yang dipikul oleh Ishak, mengikat Ishak dan meletakkannya di atas kayu api. setelah semuanya tersedia dia tidak segan-segan mengulurkan tangannya untuk menyembelih anaknya sendiri.  Tapi sebelum itu terjadi, Malaikat Tuhan berseru kepada Abraham untuk tidak membunuh anaknya. Abraham kemudian menoleh dan melihat seekor domba jantan yang ia yakini Tuhan yang menyediakan. Ketaatan Abraham tersebut tidak hanya mendapat pujian dari Allah, tapi Allah pun menyediakan domba jantan tepat pada waktunya bahkan janji berkatpun kembali diperdengarkan kepadanya.

Sikap Abraham dalam menunjukkan ketaatannya kepada kehendak Allah mengajarkan bahwa Abraham mengasihi Allah diatas segalanya. Tentu bukan perkara mudah bagi Abraham untuk mengorbankan anaknya sebagai korban bakaran, tapi ia mau melakukannya bahkan menunjukkan sikap kesiapannya. Sikap seperti itu bukan hanya pertama kali Abraham lakukan tetapi sikap itu sudah ia lakukan ketika dia rela meninggalkan sanak saudara untuk menuju tempat “asing” yang Allah telah tentukan. Dalam Ibr.11:8-19 dituliskan kesaksian iman Abraham yang karena iman dan pengenalannya akan Allah ia melakukan setiap perintah-Nya. Jadi karena Iman dan pengenalan yang benar akan Allah, memampukan Abraham untuk mengambil sikap mengasihi Allah diatas segalanya. Dari kesetiaannya itu dia dipuji oleh Allah, Allah menyediakan domba jantan tepat pada waktunya, dan melalui dia berkat Allah dicurahkan bagi semua bangsa.

Tahun ini genap 43 tahun perjalanan pelayanan perkantas di Indonesia. Pelayanan ini ada karena perkenaan dan pertolongan Tuhan serta didukung oleh orang-orang yang mengasihi Allah diatas segalanya. Semuanya dengan setia mendukung dalam doa, dana, pemikiran dan memberi diri mengerjakan pelayanan ini.

Kehadiran Perkantas pun dari waktu ke waktu Tuhan pakai untuk menjadi saluran berkat dalam berbagai bidang dengan hadirnya binaan-binaan yang mengasihi Allah diatas segalanya. Pelayanan Perkantas tidak lepas dari berbagai ujian baik yang datang dari dalam atau dari luar, tapi walaupun demikian sikap taat dan setia itu tetap harus dijaga seperti sikap ketaatan dan kesetiaan  Abaraham kepada Allah supaya perkantas tetap menjadi saluran berkat. Mensyukuri 43 tahun hadirnya pelayanan perkantas di Indonesia biarlah sikap mengasihi Allah diatas segalanya dan jadi saluran berkat menjadi gaya hidup kita sehari-hari dimana pun kita berada (sekolah, kampus, tempat kerja, keluarga, gereja). Itu adalah adalah harapanku apa  harapanmu…..?

Penulis: Henny Datu Lumuran SPd.K

(Asc. Staf Perkantas Toraja di Rantepao)

 

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 38
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 43
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 90
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 246
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
DATANGLAH KERAJAAN-MU (Zakaria...
oleh Perkantas SulSel: 02-02-2015
Yosua 5:13-6:27 “Secrets of th...
oleh Melinda Pulung: 31-10-2014
Lihat Semua Artikel >>


492409

Saat ini ada 50 tamu dan 0 online user