Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
PERCAYA YESUS, SEISI RUMAH DISELAMATKAN
oleh Jeniati Salurapa, S.Th: 08-05-2014, Dibaca: 2254 kali

PERCAYA YESUS, SEISI RUMAH DISELAMATKAN

Jawab mereka: ”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kis. 16:31). Ketika membaca ayat ini saya sangat senang sekaligus bingung. Senang karena mengetahui bahwa dengan percaya Yesus saya akan diselamatkan, bingung karena dengan percaya Yesus seisi rumahku (keluargaku) juga akan selamat. Bagaimana mungkin?  Bukankah setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri kepada Tuhan?

Saya bersyukur guru agama saya di SMP memberi penjelasan sederhana. Beliau mengatakan, “Jeni, perhatikan kelima jari tangan saya. Anggaplah tangan kiri saya ini adalah satu keluarga. Jari jempol adalah ayah, jari telunjuk adalah ibu, jari tengah adalah Jeni, jari manis adalah kakak dan jari kelingking adalah adik. Jeni sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (sudah selamat) tetapi anggota keluarga yang lain masih kristen KTP (Kristen Tanpa Pertobatan). Jeni yang sudah menerima hidup kekal pasti punya belas kasihan kepada ayah, ibu, dan saudara-saudaramu dan Jeni bisa dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya untuk memperkenalkan Kristus bagi anggota keluarga yang lain sehingga merekapun diselamatkan.” Bagaimana caranya? tanya saya, “doakanlah mereka dan jadilah teladan, perlihatkan cara hidup yang baik dan benar”, demikianlah penjelasan guru saya.

Sejak mendengar penjelasan itu, setiap malam sekitar pukul 22:00-22:30 saya selalu menaikkan permohonan dengan meneteskan air mata di hadapan Tuhan supaya Dia mengampuni dan menyelamatkan keluargaku. Hari berganti hari bahkan tidak terasa tahunpun berganti. Tidak ada yang berubah, ayahku justru meninggal ketika saya duduk di kelas 2 SMP. Saya tidak tahu apakah ayahku sudah diselamatkan atau belum? Hanya Tuhan yang tahu. Menyaksikan kematian  ayah yang sangat menderita saya sangat sedih dan kasihan. Dan sejak saat itu saya berdoa,”Tuhan, saya rindu jika suatu saat Engkau memanggil ibu dan saudara-saudaraku, saya ingin mengetahui dengan pasti bahwa mereka sudah diselamatkan.”

Setiap hari saya berdoa supaya anggota keluargaku diselamatkan khususnya ibu dan kakak sulungku. Saya terus berdoa tetapi sepertinya doaku tidak membawa perubahan. Ibu dan kakakku bukannya bertobat,  malah mereka semakin diperbudak oleh dosa. Ah, percuma saja saya berdoa. Saya capek dan bosan, buang-buang waktu saja. Tanpa berdoapun Tuhan bisa menyelamatkan mereka jika Ia mau. Demikianlah alasan saya sehingga tidak lagi mendoakan mereka. Selama beberapa bulan saya vakum, tidak mau lagi berdoa. Tetapi entah mengapa kata-kata: ”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kis. 16:31) terus terngiang di telinga saya. Ini pasti suara Tuhan, demikian keyakinan saya. Saya bersyukur seiring dengan berlalunya waktu Tuhan terus menanamkan iman dalam hati saya untuk terus percaya kepada firman-Nya bahwa Dia akan menggenapi setiap janji-Nya karena Dia bukanlah manusia sehingga Ia berdusta (Bil.23:19). Ayat ini kembali memotivasi saya untuk kembali berdoa bagi keselamatan keluarga saya. 

Jatuh bangun dalam berdoa itulah yang saya alami. Berdoa untuk seseorang dalam waktu yang cukup lama ternyata bukan hal yang mudah apalagi jika doa itu sepertinya tidak dijawab. Tetapi syukur kepada Allah yang setia yang terus mengingatkan supaya saya tetap berdoa (1Tes. 5:17) dan percaya bahwa apa yang saya doakan pasti dikabulkan (Mat.21:22).

Dalam keyakinan kepada Allah saya terus berdoa supaya Dia yang sudah menyatakan diri-Nya secara pribadi kepada saya juga menyatakan diri-Nya kepada keluargaku. Bukankah Dia sama sekali tidak menghendaki ada seorangpun yang binasa (2 Ptr. 3:9). Saya berdoa supaya Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk memberitakan Injil kepada keluarga saya. Saya tahu ini sulit, lebih mudah memberitakan Injil kepada orang lain dari pada kepada keluarga sendiri. Rasa malu, takut serta pesimis itulah yang menjadi kendala bagi saya. Tetapi syukur kepada Allah, firman-Nya mengatakan bahwa bagi orang percaya segala sesuatu menjadi mungkin (Mrk. 9:23).

Pada hari Jumat, 19 Juni 2009 Tuhan berbicara dalam saat teduh saya, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Apa maksudnya Tuhan?Seru saya dalam doa. Dengan lembut Tuhan berkata: ”Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia mengasihani engkau!”(Mrk. 5:19). Hati saya melonjak ketika dengan sangat jelas Tuhan berbicara lewat firman-Nya. Firman-Nya memang sungguh-sungguh hidup, berbicara dari zaman ke zaman secara kontekstual.

Sore harinya saya berangkat dari rumah kos (Rantepao) kembali ke rumah (Tondon) sambil terus berdoa supaya Tuhan yang mengatur semuanya. Saya percaya akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan. Sesampai di rumah saya mengajak ibu, kakak ipar dan kakak sepupuku untuk berkumpul dalam kamar saya. Karena Tuhan sebelumnya sudah berjanji maka Dia sendirilah yang mempersiapkan hati mereka. Dalam kamar sesudah berdoa bersama, saya lalu memberitakan Injil kepada mereka dengan menggunakan metode EE. Luar biasa ketika saya bercerita tentang Allah yang menjadi manusia dalam Yesus untuk menebus dosa manusia, ibu,kakak ipar dan kakak sepupuku dengan antusias mendengar sambil meneteskan air mata haru dan mereka mengambil keputusan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka. Pada kesempatan itu pula saya menceritakan dengan penuh sukacita segala yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup saya. Mereka semakin nyata melihat bahwa Tuhan Yesus benar-benar adalah Allah yang hidup. Terima kasih Tuhan atas pekerjaan Roh Kudus yang telah memakaiku sebagai alat-Mu dan telah menginsafkan ibu dan kakakku atas dosa mereka.

Saya sangat bersyukur selama kurang lebih sebelas tahun akhirnya Tuhan menjawab doaku. Pengalaman ini semakin memperkuat imanku untuk terus bergantung kepada-Nya dan percaya bahwa setiap janji-Nya pasti digenapi. Masih banyak anggota keluargaku yang belum bertobat dan mereka akan binasa tanpa Yesus. Karena Tuhan yang memerintahkan supaya anak-anak-Nya bertekun dalam doa (Kol.4:2) maka saya akan terus berdoa bagi keselamatan mereka. Saya akan berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya ibu, kakak ipar dan kakak sepupuku yang diselamatkan, tetapi semua anggota keluargaku mengenal Kristus sama seperti aku (bnd. Kis. 26:29). Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang saya doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam saya, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya, Amin (Ef.3:20-21).

Semoga paskah tahun ini semakin membangkitkan semangat dan kesetiaan setiap pembaca untuk bersaksi di tengah keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja dan digereja sehingga dari hari ke hari banyak orang yang bertobat dan diselamatkan.

Kesaksian oleh Jeniati Salurapa, S.Th

Asc. Staf Mahasiswa Perkantas Rantepao, Toraja Utara

 

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 78
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 77
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 128
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 323
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Kekristenan Dalam Kebinekaan...
oleh Madriantonius Luther Bara, S. Kom: 24-10-2017
HBD...
oleh Sem: 24-10-2017
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
Lihat Semua Artikel >>


504498

Saat ini ada 28 tamu dan 0 online user